Powered By Blogger

Minggu, 25 Juli 2010

Nokia 5230 Harga Terjangkau Fitur Tetap Memukau


Sebelumnya keluarga Nokia dengan OS Symbian S60 5th edition dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelas N yang beranggotakan N97 dan N97 mini, dan kelompok XpressMusic dengan 5800 dan 5530 sebagai punggawanya. Kini, kita terpaksa menghapus anggapan itu karena produk Symbian S60 5th edition baru mereka, 5230, tidak termasuk dalam dua golongan tadi.
Biasanya ponsel Nokia yang diawali dengan angka 5 akan secara otomatis dianggap sebagai anggota xpressmusic atau minimal dianggap sebagai salah satu produk yang dikhususkan untuk keperluan musik. Rasanya tidak demikian dengan 5230. Tanpa embel-embel seri N dan XpressMusic, ponsel ini membawa sejumlah fitur yang bisa dianggap seimbang untuk berbagai keperluan musik ataupun bisnis.

Tidak percaya? Lihat saja deret produk anyar Nokia yang sudah disiapkan. Selain 5230 yang kita bahas kali ini, mereka pun sudah menyiapkan 5230 edisi musik yang masih belum tahu kapan akan diluncurkan. 


Inteface
Seperti yang sudah disebutkan di atas, ponsel ini merupakan keluarga symbian s60 5th edition. Artinya, ponsel ini menggunakan kontrol utama berupa layar sentuh.
tidak seperti seri N97 dan N97 mini yang juga membawa keyboard qwerty, 5230 hanya mengandalkan interaksi layar sentuh. Hal ini mengingatkan kita pada 5800 dan 5530 XpressMusic dan itu hanya satu persamaan. Selanjutnya mulai dari tampilan active idle hingga ke menu dan sub menu akan tampak seperti dua ponsel XpressMusic tadi.
Bila dilihat dari kualitas layar, yang membawa jenis TFT sentuh  resistive 16,7 juta warna dengan resolusi besar 640 x 320 pixel (nHD), maka tampilan ponsel ini sangat menjanjikan. Untuk menampilkan video dan album art, layar ponsel ini sudah lebih dari cukup.
Sesuai dugaan, karena menggunakan jenis layar sentuh resistive maka ponsel ini menyediakan jotter,  sama hanya dengan 5530 XpressMusic. Sebuah strategi yang tepat, karena jika mengandalkan jotter atau stylus berbentuk dongle dan diletakkan sebagai gantungan ponsel, maka tingkat kenyamanan akan berbeda.
Saat dicoba untuk mengetik sms dan browsing internet, kinerja layar ini bisa dibilang cukup nyaman. Pilihan mengaktifkan fitur getar saat mengakses layar menjadi penolong utama dan rasanya Anda akan membutuhkan itu sepanjang penggunaan.
Multimedia
Semua Symbian S60 5th edition yang sudah ada di pasaran dilepas untuk mengusung fitur multimedia. Beberapa dikhususkan untuk fungsi musik, sementara yang lain dipersenjatai dengan multimedia super lengkap. Lalu bagaimana dengan 5230? Jawabannya adalah sama. Tidak ada perubahan pada tradisi S60 5th edition. Ponsel ini tetap membawa fitur multimedia dengan porsi yang lumayan besar.
Seperti biasa ada pemutar musik, video, radio, dan kamera digital. Meskipun dianggap sebagai s60 5th edition paling murah, atau setidaknya lebih terjangkau ketimbang 5th edition lain, fitur yang disediakan tetap lengkap.
Perbedaan tetap ada, namun hanya bersifat kontennya saja. Sebagai contoh, 5800 XpressMusic membawa sejumlah file musik dan video secara default di kartu memori dalam paketan penjualan, sedangkan 5230 tidak membawa satu track pun.
Soal dukungan info id3 tag sih bisa dibilang setara. 5230 tetap mampu menampilkan album art dan sejumlah informasi mengenai lagu yang kita miliki. Mulai dari judul, album dan artis.
Beralih ke pemutar video, 5230 tetap membawa fitur yang setara dengan 5530 XM.Mendukung format MPEG4 dengan resolusi maksimal nHD (seukuran layar), hingga framerate 30 fps.  Jika dibandingkan dengan produk serupa besutan LG, semisal Viewty, memang kemampuan ini tidaklah begitu istimewa. Apa yang Anda harapkan tanpa ada dukungan divx dan Xvid?
Selanjutnya kita lihat kemampuan kamera. Secara umum bisa dibilang mengalami banyak penurunan kualitas dibanding S60 5th edition lain. Pertama pada resolusi yang dihasilkan, hanya 2 megapixel. Artinya ukuran foto maksimal yang bisa dihasilkan hanya mencapai 1600 x 1200 pixel saja.
Hal ini diperparah dengan hilangnya kemampuan autofokus. Semua pemotretan dilakukan dengan fix fokus, pada saat seharusnya keberadaan layar sentuh dapat dimanfaatkan untuk autofokus yang lebih baik, semisal menentukan titik fokus pada area yang disentuh.
Tanpa lampu kilat, bahkan pemotretan di dalam ruangan pun tampak kurang memuaskan. Foto tampak dipenuhi dengan noise. Sementara foto outdoor masih bisa dianggap bagus, standar kamera ponsel.

Konektivitas
Bagusnya, 5230 dilengkapi dengan fitur-fiur koneksi yang mumpuni. Setidaknya untuk melakukan browsing dan data terkini, 5230 sudah  dilengkapi dengan modem HSDPA 3,6 mbps. Bersama Bluetooth dan kabel data, ketiganya menjadi sandaran 5230 dalam melakukan koneksi dengan internet dan perangkat lain.
Tidak ada WiFi seperti pada 5800 XM, namun browser yang dibawa cukup mudah digunakan, terlebih jika digunakan dengan metode sentuh seperti ini.
Aplikasi
Kini kita tidak lagi akan kesulitan mencari aplikasi yang tepat untuk Symbian S60 5th edition. Hampir semua pengembang software telah memproduksi aplikasi untuk sistem ini. Namun terlepas dari itu, secara default 5230 sudah membawa sejumlah fungsi yang menarik.
Umumnya memang multimedia, namun sebagai standar S60 5th edition, sejumlah fitur office dan GPS pun ikut disertakan.  Sekali lagi, semua masih standar. Tidak ada quickOffice atau editor dokumen lain. Sementara GPS receivernya tetap mengandalkan A-GPS Nokia yang sudah teruji.
Namun yang cukup menarik adalah kehadiran sejumlah fitur Online alias social networking semisal Facebook dan fitur chatting. Ini merupakan keuntungan menjadi anggota Symbian S60 5th edition. Dimana sejumlah aplikasi yang khusus dikembangkan untuk jenis ponsel ini dapat diinstal di 5230 tanpa ada kesulitan pada kompatibilitas.


Hardware
Beberapa isu penurunan kualitas juga didapati pada bagian hardware. Terutama pada material plastik yang digunakan 5230. Meskipun terlihat glossy, namun bahan plastik yang digunakan dirasakan lebih tipis ketimbang produk S60 5th edition lain. Beruntung Nokia mensiasatinya dengan menawarkan warna-warna yang ceria dan penutup baterai (backCover) yang dapat digonta-ganti dengan warna kesukaan Anda.
Ponsel ini menggunakan prosesor ARM 11 berfrekuensi 434 MHz. Masih kalah jika dibandingkan beberapa ponsel bisnis Nokia terbaru. Namun sudah cukup mumpuni untuk keperluan musik dan auto rotate-nya, bersama dengan SDRam sebesar 128 MB rasanya tidak ada maslaah pada kinerja.
Dalam paket penjualan kita akan memperoleh memori card MicroSD 2 GB yang berisi data peta Nokia. Sementara untuk maslaah daya, Nokia 5230 menyerahkannya pada baterai Li-ion 1320 mAh (BL-5J). Baterai ini mampu bertahan hingga 2 hari dalam sekali charging.
Kesimpulan
Nokia berlayar sentuh atau yang biasa kita kenal dengan Symbian S60 5th edition kini sudah mulai terjangkau. Produk barunya yang paling segar hanya dibanderol di angka 1,6 jutaan saja. Namun tetap mebawa sejumlah fitur penting sebuah ponsel multimedia Nokia.
Namun namanya juga poduk murah, sejumlah hal mesti dikorbankan. Salah satunya adalah kamera. Meski bukan satu-satunya hal yang mengalami degradasi, isu pada kamera dapat menjadi hal besar di kemudian hari. Kecuali ketika harga 5230 mengalami penurunan lagi. Siapa tahu?
 









Selasa, 06 Juli 2010

Nokia C3


Kehadiran BlackBerry dan ponsel lokal ber-Qwerty rupanya telah menyudutkan Nokia ke sebuah posisi dimana mereka harus melawan balik. Kepungan produk ber-Qwerty di kelas atas oleh BlackBerry dan kelas bawah oleh ponsel lokal akhirnya dijawab juga dengan deretan produk yang telah dipersiapkan dengan baik.
Nokia C3 bisa jadi senjata utama mereka untuk ikut berebut ‘kue’ di kelas bawah, mengingat banderonya sebatas Rp 1,2 juta. Ponsel ini menyediakan pilihan alternatif bagi konsumen yang kepingin eksis dan selama ini hanya menemukan produk-produk online lokal. Sejumlah strategi pun diterapkan, semisal harga terjangkau dan akses ke menu komunitas lewat homescreen widget.

Disain
Jika dibandingkan dengan kebanyakan BlackBerry, Nokia Qwerty satu ini terlihat lebih ramping. Lebarnya mendekati Nokia E71 dan E63, namun dengan tampilan yang lebih sederhana.
Ponsel dibalut material plastik dengan perbedaan tekstur. Dimana bagian muka didominasi oleh bahan glossy dan licin, kecuali di keyboard. Sedangkan di bagian belakang, material plastik yang digunakan lebih bertekstur kesat dan cenderung doff. Strategi yang tepat untuk menghilangkan kesan licin saat menggunakan ponsel dan mengurangi kemungkinan lecet ketika diletakkan di permukaan kasar.
Dibandingkan keyboard milik BlackBerry, susunan karakter yang disediakan keyboard C3 terasa lebih nyaman. Tanda baca penting diletakkan di tombol utama, sehingga kita tidak perlu lagi menekan shift untuk memilih tanda titik, misalnya. Hal ini berlaku juga untuk tanda @.

Layar dan Widget
Nokia C3 dipersenjatai layar lebar 2,4 inci dengan tingkat kecerahan memadai. Layar berjenis TFT 262.144 warna ini menampilkan gambar dengan resolusi 320 x 240 pixel, yang terbujur horisontal alias landscape. Layaknya ponsel Qwerty lain.
Dengan layar seperti ini kita bisa menikmati tampilan ponsel dalam kondisi cahaya seperti apapun. Termasuk di outdoor di bawah cahaya matahari. Disamping itu disain interface dengan menggunakan font besar saat menulis nomor telepon yang dituju, sms dan sebagainya sangat cocok untuk siapapun, termasuk orang tua kita dengan penglihatan yang sudah tidak prima lagi.

C3 yang disebut sebagai penantang ponsel-ponsel online lokal juga menyediakan home screen yang terbukti efektif sebagai gerbang utama fitur chatting, Facebook-ing maupun Twit-ing. Lengkap dengan deretan widget yang menjadi andalannya.

Sekedar mengingatkan sistem widget ini sudah digunakan beberapa vendor ponsel lain, termasuk dari Korea. Bahkan LG menyusun UI baru berdasarkan Widget yang disebut UI S-Class. Jadi, sejatinya, ini bukan hal baru. Namun untuk ponsel sejutaan besutan Nokia berkeyboard qwerty seperti C3, hal ini menjadi penting.
Widget merupakan program berupa ikon, gambar atau baris teks yang memuat data-data (baik dari aplikasi itu sendiri maupun aplikasi lain) untuk langsung tertampil di hadapan Anda dan Anda bisa berinteraksi langsung dengannya. Dalam hal ini di C3 Anda akan mendapat widget berupa ikon kontak favorit, Feed informasi Facebook, widget email, chat, kalender dan musik.

Dari halaman awal alias home screen, kita bisa langsung menulis status Facebook atau nge-twit di Twitter tanpa masuk ke menu terlebih dahulu. Membuka email, mengirimkan email, menyetel musik favorit, menelepon orang yang Anda cintai dan sebagainya.

Nokia S-40
Sebelum jauh melangkah ke fitur-fitur lain yang disiapkan C3 untuk memanjakan penggunanya, Anda juga perlu tahu lingkungan software yang berjalan di ponsel ini. C3 berjalan di platform S-40. Seperti yang sudah Anda ketahui, platform ini banyak digunakan oleh Nokia-Nokia low end, yaa kisaran dibawah 1 juta hingga 1,5 jutaan deh! Semisal 5310 XpressMusic. Dan beberapa produk high end yang memang dibuat sederhana semisal 6700.

Apabila ada salah satu dari Anda yang mengira ini adalah salah satu versi Symbian, maka Anda Salah.Platform ini belum bisa dikategorikan sebagai platform ponsel pintar. Karena tidak ada OS terbuka spesifik yang mengasuhnya.

Beberapa ciri khas yang tidak menguntungkan adalah tidak hadirnya fitur multitasking, terutama di aplikasi-aplikasi java. Namun positifnya, ponsel jenis ini tidak membutuhkan memori besar dan cenderung sederhana dalam penggunaan.

Communities
Inilah fitur yang disebut-sebut akan membuat Anda betah berinteraksi dengan teman via jalur online.Masih banyak kekurangan, padahal jika sudah bisa diaplikasikan tentu akan sangat bermanfaat untuk ponsel-ponsel non OS Nokia. Terutama bagi mereka yang ingin terus menerus memantau Facebooknya. Biar berasa pake BlackBerry.
C3 merupakan ajang debut bagi aplikasi Nokia Communities ini. Dengannya kita bisa mendaftarkan beberapa akun Facebook dan Twitter, untuk kemudian ditampilkan di Home Screen. Tapi, kita harus memilih hanya satu akun yang ditampilkan di Home Screen ini, yaitu main account alias akun utamanya saja. Pilihan akun utama bisa dirubah sesuai dengan keinginan.

Saat akun utamanya berasal dari Facebook, widget feeds pada Home Screen akan menampilkan 7 halaman yang bisa digeser. Halaman pertama adalah profil picture kita dengan pilihan merubah status dengan hanya meng-klik-nya saja. Kedua adalah informasi notifikasi dan pesan masuk (inbox message di facebook), ke tiga hingga ke tujuh merupakan update status teman terakhir.

Sementara saat diseting Twitter sebagai akun utama, maka hanya ada 6 halaman saja di feed Home Screen ini. Terdiri dari profil picture kita di halaman pertama, dan 5 tweet terakhir yang dilakukan oleh orang-orang/teman-teman/instansi-instansi yang kita follow.

Lalu bagaimana dengan notifikasi? Apakah kita akan menerima notifikasi ketika ada komentar di status Facebook atau mention yang dilakukan teman Twitter kita? Sejauh ini belum ada. Kita tetap harus merefresh halaman communities untuk mengetahui bilamana ada notifikasi anyar yang masuk.

Facebook dan Twitter yang kita daftarkan di Communities dapat mengupdate info secara otomatis dan terjadwal. Kita bisa mengatur agar proses updating info yang membutuhkan koneksi internet tersebut untuk berjalan di kisaran waktu tertentu. Semisal dari pukul 06.00 pagi hingga 20.00 malam. Artinya, kita sendiri yang mengontrol pengeluaran pulsa.

Email
Sebelumnya kita hanya bisa mendaftarkan email ovi saja di perangkat S40. Nokia Messaging Service yang memungkinkan kita mendaftarkan email-email yahoo, Google, hotmail dan sebagainya dulu hanya bisa diakses melalui perangkat S60 yang kompatibel.
Kini di C3, layanan perpesanan Nokia sudah dapat dinikmati secara penuh. Memungkinkan kita untuk mendaftarkan email Yahoo, Gmail, Hotmail dan semua email lain hingga 10 email dalam satu ponsel. Sayangnya, masih banyak kekurangan yang dimiliki layanan di C3 ini meski dengan update-an layanan teranyar sekalipun.

Pertama email ini tidak bersifat push. Dengan kata lain kita harus menjemputnya sendiri dengan melakukan refresh atau mengatur sistem untuk melakukan refresh (update info) secara berkala.

Kedua dengan sifatnya seperti itu, maka notifikasi di bawah sistem tidak berjalan dengan semestinya. Maksudnya, ketika ponsel kita idle (di Home Screen), maka pemberitahuan email masuk akan terasa sangat lambat. Saat kami coba dengan Gmail dan Yahoo mail, jedanya bisa mencapai hingga 5 jam. Jeda ini bisa sangat bervariasi tergantung kualitas server Nokia Messaging. Tapi satu hal yang pasti, notifikasi ini tidak pernah berlangsung realtime (sudah pasti ada jeda).

Ketika kita pertama kali menggunakannya ada sebuah proses yang harus dilewati, yaitu proses updating layanan dengan perangkat C3 yang kita miliki sehingga terjadi sinkronisasi. Jangan kaget apabila proses ini sering memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan kita. Baik dengan menggunakan WiFi maupun dengan jalur GPRS/EDGE. Hal ini terjadi karena server Nokia Messaging yang sering tidak bisa diakses. Mungkin sedang melakukan pemeliharaan atau sedang diakses banyak pelanggannya.

Chatting
Beralih ke masalah chatting. Di box, di iklan hingga di beberapa spesifikasi yang disebar oleh Nokia, C3 dijanjikan dapat digunakan untuk chatting dengan semua layanan chat yang sudah ada. Nyatanya, secara default hal ini belum bisa dimaksimalkan.
Sejatinya satu corong chat akan tersedia untuk akun ovi (Ovi Contacts), Yahoo (Yahoo Messenger), Google (Gtalk), Windows Live dan sejumlah layanan chat lainnya. Seperti Nokia Messaging for IM beta yang tersedia untuk N97 misalnya. Namun entah mengapa hanya disediakan OVI contacts (chat) dan jika kita mengaktifkan fitur Yahoo Messenger via akun email selalu ada notifikasi belum dapat digunakan. Mungkin Nokia masih berusaha mengembangkan fitur ini.

Untuk sementara kita bisa mendownload aplikasi yang direkomendasikan C3 via Ovi Store-nya, saudara-saudara. semisal eBuddy dan Snaptu untuk mengasuh multi account chat. Tentunya hal ini lebih baik ketimbang kita chatting melalui situs mobile Yahoo Messenger misalnya.

Baik email maupun chat dapat diakses langsung dari halaman Home Screen dengan widget yang disediakan.

Browser Web
Secara umum kinerjanya hampir sama dengan sejumlah browser bawaan ponsel lain. Hanya saja, jika dibandingkan browser ponsel bawaan ponsel lokal, browser OSS milik Nokia ini jauh lebih baik. Mulai dari akselerasi hingga dukungan terhadap flash sederhana, javascript 1.3 dan 1.5, CSS, TCP/IP dan sebagainya.
Tapi sebagian besar pengguna ponsel java lebih memilih browser pihak ketiga. Semisal OperaMini. Nah kalau soal ini jangan khawatir, Nokia C3 juga menyediakannya. Di folder yang sama dengan OSS Web browser bawaan. Kedua browser ini juga saling berbagi cache.

Apabila Anda ingin berhemat pulsa, OperaMini bisa diandalkan, tapi jika Anda butuh tampilan yang maksimal, browser web OSS bawaan C3 akan lebih memuaskan.

Konektivitas
Nah, sekarang kita bahas koneksi yang bertanggung jawab terhadap semua kebutuhan online tadi. Ada dua hal yang menjadi perhatian, mobile dan wireless. Untuk mobile, C3 menyediakan akses GPRS dan EDGE. Secara teori, kecepatan yang disediakan adalah 85 hingga 236 kbps.

Mungkin kita semua akan berfikir, cukupkah koneksi GPRS/EDGE ini untuk mengasuh kegiatan berbau narsis di C3? Kalau dibilang cukup ya cukup, tapi tidak maksimal. Gini deh, bilamana Anda ingin mengupload gambar baru ke Facebook misalnya, maka kecepatan GPRS akan membatasi kita untuk mengupload besaran file yang tidak terlalu ‘wah’. Sukur-sukur jika C3 Anda mampu menangkap sinyal EDGE, kecepatan dan kemungkinannya bisa lebih besar untuk mengupload file gambar yang lebih baik.

Tapi dilihat dari harganya yang hanya sedikit di atas 1 juta-an, untuk sebuah ponsel Nokia, hal ini bisa dimaklumi. Beruntung, dengan harga segini, Nokia tidak ragu-ragu untuk menyertakan pula receiver WiFi. Bicara kecepatan, secara teori maximalnya koneksi ini dapat memiliki bandwidth 11 mbps/54 mbps.

Pengaturannya mudah, kita tinggal mencari hotspot yang ada, masukkan WEP key jika diperlukan, dengan font raksasa yang besar-besar, lalu koneksi akan segera terjadi.

Seperi kebanyakan ponsel Nokia, C3 juga bisa digunakan sebagai modem. Koneksi via kabel MicroUSB dan Bluetooth dapat dimanfaatkan dengan bantuan Nokia PC Suit.

Fitur Hiburan
Kamera
C3 membawa kamera 2 megapixel yang biasa-biasa saja, beda dengan kamera 2MP 'standar' Nokia. Tidak ada autofokus dan lampu kilat. Hasil foto dalam ruangan cenderung memunculkan noise. Sementara foto outdoor pun terlihat tak optimal. Meski komposisi warna baik, layakny khas kamera ponsel Nokia, hasil foto serasa kehilangan fokus hingga ketajaman gambar kurang memuaskan.
Kamera ini juga bisa dimanfaatkan untuk merekam video beresolusi maksimal 320 x 240 pixel. Tapi rekam yang penting-penting aja ya!

Pemutar Musik
Ponsel ini membawa pemutar musik khas Nokia. Kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sorting file dilakukan dengan baik. Memisahkan lagu koleksi ke dalam sejumlah kategori untuk memudahkan pencarian file. Termasuk dukungan ID3 tags yang tetap dipertahankan.

Bicara output, sepertinya Anda harus kecewa dengan speaker (internal) ponsel. Pasalnya suaranya terlalu cempreng dengan satu corong output yang bersebelahan dengan kamera. Jangankan dibandingkan dengan ponsel XpressMusic atau Walkman, dengan ponsel bisnis sekelas BlackBerry saja sepertinya masih kurang bersaing.
Beruntung ponsel ini menyediakan kemampuan A2DP dan konektor audio stereo 3.5 mm. Kita bisa memanfaatkannya. Tapi earset handsfree bawaan C3 masih kurang bagus. PULSA melakukan komparasi dengan sejumlah earset pihak ketiga dan earset bawaan Nokia C3 terasa kurang powerful dan cenderung datar.

Bagaimanpun kita masih bisa memanipulasi suara output-nya via equalizer dan sound widening yang tersedia. Tapi kami rekomendasikan untuk menggunakan earset yang lebih baik. Nokia punya earset yang lebih baik dari bawaan C3 ini, atau gunakan merek lain. Karena secara software, pemutar musik C3 ini sebenarnya sudah mumpuni.
Pemutar musik beserta Radio FM ini termasuk aplikasi yang mampu berjalan di bawah sistem. Artinya bisa berjalan selagi kita membuka fitur lain semisal sambil chatting. Tapi kemampuan multitasking ini tidak berlaku global, terutama pada aplikasi-aplikasi java.

Memori dan Baterai
Nokia C3 sampai di meja redaksi PULSA tanpa ditemani kartu memori. Padahal sudah tersedia slot MicroSD di ponsel ini, yang menurut spesifikasinya mampu menampung hingga 8GB. Jika Anda berniat memaksimalkan fitur media player dan kamera di ponsel ini, pastikan untuk membeli MicroSD yang tidak tersedia dalam paket penjualannya kali ini.

Jika mengandalkan memori internalnya yang hanya 55 MB saja, kita tidak bisa bebas menyimpan file musik dan foto.

Terakhir, sebagai penyedia daya, ada baterai Lithium ion 1320 mAh yang siap mengawal sekitar 1,5 hari dengan pemakaian internet yang tidak terus menerus.

KESIMPULAN
Nokia C3 nampaknya akan menjadi ikon baru Nokia di harga sejutaan. Menawarkan sesuatu yang tengah diminati masyarakat, yakni fitur-fitur online, lengkap dengan dukungan layanan dan interface yang saling bersatu padu.

Layanan Nokia Messaging yang menghadirkan manajemen email multi akun gratis akan menjadi ancaman semua vendor yang bermain di ranah bisnis. Sementara interface berupa keyboard qwerty dan widget Home Screen bisa dimanfaatkan sebagai jalur singkat menuju EKSIS di dunia maya.

Perbandingan fitur dan harga yang ditawarkan sesungguhnya sudah pas. Namun kalau saja Nokia bisa menjualnya di angka 900 ribu hingga 1 juta, tentu akan lebih menarik lagi. Di angka ini, kemampuan online ponsel lokal akan tampak tertinggal jauh. Terlebih jika beberapa isu di multi chat sudah teratasi. Dua hal yang mungkin tidak dapat diungguli C3 hanya pada ketersediaan dual Sim card dan TV analog.


***Kelebihan : Harga bersaing, WiFi, Widget Home Screen, Nokia Messaging Service, Ovi Contacts (chat), kompatibilitas java, Flash 3.0.
***Kekurangan : Server Nokia Messaging sering down, Communities tidak multitasking, Email tidak bersifat push dan tidak terupdate di bawah sistem, tidak menawarkan dual simcard dan TV analog layaknya ponsel lokal di harga yang sama.







Strategi Nokia Dalam Mempertahankan Posisi Sebagai Market Leader


Semakin cepatnya perubahan dan perkembangan teknologi dan informasi menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Hal tersebut dapat dilihat dengan semakin maraknya muncul produk-produk baru dengan inovasi yang cemerlang. Semakin cepat dalam menanggapai suatu perubahan maka akan semakin nyata kemenangan yang diraih. Dunia bisnis yang semakin kompetitif ini ditanggapi oleh sejumlah industri maupun perusahaan yang sudah pada level global. Salah satunya adalah industri dalam bidang telekomunikasi. Saat telekomunikasi nirkabel atau berhubungan tanpa kabel sedang in atau fashionable di kalangan masyarakat . Hal ini sudah terjadi pada tahun 2000an. Konsumsi terhadap pesawat telepon tanpa kabel terus menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Tahun-tahun sebelumnya kebutuhan telefon ini belum menunjukkan adanya tanggapan yang berarti dari masyarakat sehingga kehadiran telefon inipun masih dianggap barang asing. Tetapi semakin completnya kebutuhan maupun kepentingan mengharuskan orang dituntut bekerja lebih cepat dan efektif sehingga menyebabkan kebutuhan untuk telefon inipun semakin penting dan harus memiliki. Keadaan seperti itu ditanggapi oleh sejumlah perusahaan telekomunikasi yang dianggap sebagai opportunity dalam meraih profit dan menjaring konsumen dalam dunia global. Merk alat telekomunikasi telefon nirkabel terus bermunculan dan bersaing dengan menawarkan berbagai fasilitas yang ada dalam telefon tersebut. Beberapa merk yang bersaing: Nokia, Samsung, Motorola, Sonyericcson, Phillips, dan yang lain. Persaingan tersebut telah memberikan peluang yang besar untuk Nokia dalam menjaring konsumen. Nokia sebagai pemain awal dan utama telah mampu meyakinkan konsumen pada produknya itu. Banyak yang berpendapat bahwa merk Nokia memiliki durability yang lama dan mudah dioperasikan juga akses untuk mendapatkannyapun mudah. Oleh karena itu, banyak konsumen yang memilih Nokia sebagai alat komunikasi kesehariannya.

I. Nokia di Pasar Indonesia
Dunia global telah membentuk pola pikir yang cenderung menerima segala perubahan yang terjadi di dunia. Begitu pula dengan adanya perkembangan bisnis yang global yang memacu setiap produsen untuk merubah cara mereka dalam meluaskan network untuk menjaring konsumen. Persaingan yang terus berjalan menyebabkan setiap pelaku bisnis harus tanggap dengan segala kemungkinan yang terjadi pada bisnisnya.
Pesatnya perkembangan teknologi telah membuka kesempatan untuk para produsen alat komunikasi untuk merentangkan sayapnya menjaring konsumen. Banyak produsen alat komunikasi yang bermunculan dengan memberikan berbagai fasilitas yang menarik yang mampu membujuk para konsumen. Salah satu produsen itu adalah Nokia. Di Indonesia merk Nokia ini menempati jajaran no 1 untuk pasar telfon tanpa kabel. Walaupun sekarang ini Nokia sedang mennghadapi berbagai tantangan dari lawan mainnya seperti Sonyericcson. Nokia yang berawal dari sebuah merk untuk produk-produk milik Finnish Rubber Works yang kemudian membeli saham Finnish Cable Works yang bergerak dalam perlengkapan transmisi, telegram, dan jaringan telepon. Setelah itu, keduanya melakukan konsolidasi dan akhirnya merger sehingga terbentuk nama Nokia Group. Lambat laun perusahaan ini berkibar di dunia global melaui produk-produk elektroniknya. Sekarang Nokia terus mengembangkan produk telefon selulernya.
Di pasar Global ini, Nokia telah menunjukkan diri bahwa Nokia adalah produk unggulan, produk yang memudahkan segala kebutuhan dan keinginan. Ternyata memang demikian bahwa Nokia mampu menunjukkannya. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya pembelian merk Nokia pada beberapa tahun terakhir ini. Selain itu Nokia memiliki pangsa pasar mencapai 39% di seluruh Dunia dan di Indonesia Nokia mencapai market share hingga lebih dari 60%. Oleh karena itu, merk tersebut sudah pantas menyandang market leader untuk pasar telefon seluler.
II. Nokia menjadi Market Leader.
Menghadapi persaingan yang ketat tidaklah mudah. Ada berbagai macam tantangan yang harus dihadapai. Dalam hal ini dijelaskan langkah-langkah memasuki pasar global.
Ada 5 cara memasuki pasar Global, Indirect Export, Direct Export, Licensing, Joint Venture, maupun Direct Investment. Nokia dalam memasuki pasar global melalui proses joint venture, dan menerapkan strategi pemasaran dengan konsep Marketing Mix, yang meliputi :
a. Product
Nokia dibuat disesuaikan dengna kondisi local khususnya regional version. Hal tersebut akan memudahkan pihak Nokia untuk mengembangkan networknya , karena bias menyesuaikan dengan keinginan konsumen. Selain itu, setiap menerbitkan produk baru Nokia memberikan produk yang selalu inovatif . Dari model, feature, aksesoris telah dirancang dengan matang dengan melakukan berbagai research untuk mengembangkan produknya.
b. Communications
Untuk menjaring banyak konsumen Nokia melakukan berbagai promosi . Selain itu, melakukan above the line. Above the line ini digunakan oleh perusahaan ini agar konsumen terpola bahwa produk nokia memiliki brand image yang baik. Pembuktian yang dilakukan Nokia yaitu dengan menunjukkan penghargaan yang diperolehnya sebagai produk no 1 yang masuk dalam Indeks Kepuasan Pelanggan( Customer satisfaction index) oleh majalah SWA dan Biro Riset Frontier pada tahun 2000 dan 2001. Sebelumnya, Nokia juga meraih penghargaan Global Marketing Award dari MarkPlus dan The Jakarta Post.
c. Price
Perusahaan besar pada saat ini, penetapan harga yang dilakukan cenderung disesuaikan dengan kurs mata uang negara yang ditempati. Begitu pula dengan Nokia, lebih menyesuaikan harga produknya dengan kurs mata uang setempat. Selain itu, Nokia melakukan penetapan harga Citra( image pricing) dan harga bentuk-produk ( product form pricing).
Dari awal dikeluarkan produk ini, Nokia sudah menetapkan untuk membangun image. Langkah yang dilakukan oleh Nokia dengan menetapkan harga yang cukup mahal sudah tepat karena Nokia juga telah memberikan fasilitas yang sepadan dengan harga yang ditetapkan. Seperti : durability yang lama, mudah pengoperasiannya juga feature-feature yang menarik lainnya. Hal ini sangat penting agar produk yang diciptakan laku dipasaran. Selain menetapkan harga citra, Nokia juga menetapkan harga bentuk-produk. Harga bentuk produk ini bukan berarti setiap bentuk yang berbeda dihargai berbeda. Tetapi lebih luas dari itu, mulai dari bentuk sampai fasilitas-fasilitas yang terdapat pada telfon tersebut yang menyebabkan penetapan harga yang berbeda.
d. Distribusi Channel
Pelayanan yang terbaik bagi pelanggan adalah motto Nokia. Untuk mewujudkan hal tersebut Nokia memiliki jaringan pusat layanan terbesar di Indonesia. Selain itu, Nokia menyerahkan distribusi produknya kepada 5 distributor yaitu PT Bimasakti Usindo Persada (BUP), PT Trikomsel Citrawahana, PT Parastar Echorindo, PT Erajaya Swasembada dan PT Intouch. Untuk menunjang aktivitasnya, Nokia juga mendirikan outlet-outlet yang beragam meliputi Nokia Priority Dealers (NPD), Nokia Professional Center (NPC), dan Nokia Sales and Care Center (NSCC). Saat ini Nokia telah memiliki 100 Nokia Priority Dealers (NPD), 23 Nokia Professional Center (NPC) di 12 kota dan satu ), Nokia Sales and Care Center (NSCC) di Jakarta. Beragamnya fasilitas yang dimiliki Nokia menyebabkan nokia menjadi merk yang terdepan dan mendapatkan berbagai penghargaan.
Selain langkah -langkah diatas, Nokia juga telah melakukan STP yang baik sehingga konsumen tidak dibuat bingung karena produk yang diproduksi itu sudah disesuaikan untuk setiap kebutuhan. Hal yang menarik dari Nokia yaitu Nokia membuat produk untuk penetrasi pasar. Setiap produk memiliki kategori tersendiri untuk setiap penetrasi. Seperti halnya, kategori fasionable artinya produk yanng dibuat untuk orang-orang yang fasionable yaitu yang selalu mengikuti perkembangan teknologi dan cenderungn untuk berganti-ganti produk Biasanya produk ini khusus untuk kalangan atas( high class). Ada juga yang dibuat untuk masyarakat kelas bawah ( low class) dan tentunya memiliki fasilitas yang berbeda. Contoh seperti seri 3530, dan seri 2110 untuk low class dan high class ada seri 3650 untuk yang ingin megakses internet dan kamera, seri 5100 untuk yang aktif dan tahan banting, 8910i untuk kategori premium dan color dan 9210i. Dalam perspektif umum dapat menyimpulkan berbagai opini mengenai keberhasilan suatu produk sehingga menjadi pemimpin pasar. Salah satunya menurut Michael Treacy dan Fred Wiersema yang menyebutkan ada 3 faktor yang menyebabkan perusahaan menjadi leader di pasar :
1. Operasionalisasi yang prima (operational excellence)
Faktor ini dianggap sangat penting, karena menjadikan suatu pertimbangan bagi konsumen . hal ini mempengaruhi konsumen untuk mengambil suatu keputusan dalam memilih produk dan berbelanja.
2. Kepemimpinan produk (product leadership)
Perusahaan diharuskan memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk baru yang kreatif dan inovatif. Hal ini sangat penting, karena pemimpin pasar sudah seharusnya menjadi trend setter bagi perusahaan lain. Contoh di perusahaan Nokia adalah Nokia mampu menciptakan produk untuk setiap kalangan dengan fasilitas yang berbeda dan diminati oleh konsumen. Handphone dilengkapi dengan akses internet dan kamera juga dilengkapi color yang menarik.
3. Keintiman dengan pelanggan (customer intimacy)
Dalam hal ini, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Langkah ini dapat terwujud melalui peranan R & D nya yang diharuskan selalu mamantau keinginan dan kebutuhan-kebutuhan konsumen. Untuk produk Nokia, Nokia selalu mencari solusi dengan Reseach and developmentnya dalam menanggapi keinginan konsumen . hal tersebut terbukti dari Nokia yang menerbitkan produk baru setiap kuartal.
Dari penerbitan tersebut Nokia memunculkan produk yang baru dan diminati konsumen. Berarti disimpulkan bahwa nokia telah mampu membidik titik-titik keintiman konsumen.

III. Nokia dengan competitor
Dalam memahami kompetitor yang dihadapi oleh Nokia. Terlebih dahulu Nokia harus mengetahui lingkungan sekitarnya. Nokia juga harus mengetahui siapa pesaing- pesaingnya. Setelah itu, baru Nokia melakukan aksi-aksi yang cocok untuk kelangsungan bagi produknya itu.

Dalam hal ini, pandangan mengenai pesaing dapat digolongkan menjadi tiga yaitu :
1. Perspektif Industri
Pandangan ini menyebutkan bahwa pesaing diindetifikasikan sebagai organisasi yanng membuat produk sama. Untuk Nokia, perusahaan yang menerbitkan produk sejenis seperti Motorola, sonyericcson, philips, samsung mobile dan masih banyak lagi.
2. Perspektif Pemasaran
Pandangan ini menyebutkan bahwa pesaing diidentifikasikan sebagai organisasi yang m ampu memenuhi kebutuhan konsumen yang sama.
3. Perspektif Strategic
Pandangan ini menyebutkan bahwa pesaing memiliki strategi dan sumber daya yang sama. Hal ini dapat dilihat memalalui penetapan harga dan segala fasilitas yang dimiliki pesaing sama dengan produk yang dibuat oleh nokia. Dalam menghadapi pesaing tersebut Nokia yang telah menjadi leader of market dapat melakukan strategi :
Strategi Prospektor
Strategi ini adalah salah satu strategi adaptif milik miles dan snow yang cocok diterapkan pada produk Nokia. Nokia telah menerapkan strategi ini dengan baik yaitu dengan mengutamakan keberhasilan organisasi dalam menciptakan produk baru, dalam berinovasi dan melihat kesempatan yang baru bagi produknya.
Nokia telah mampu melakukannya dengan menerbitkan produk-produk baru setiap kuartal dan cenderung produknya pun ditiru oleh beberapa produk milik perusahaan lain. Tetapi ceating value untuk konsumen itulah yang akan membuat daya tarik tersendiri untuk konsumennya, sehingga konsumen
dapat mengetahui mana yang Nokia dan bukan. Selama ini, strategi yang diprioritaskan diterapkan oleh nokia adalah strategi prospektor untuk menghadapi pesaingnya. Memang hal tersebut telah berdampak baik bagi produknya, karena nokia ini mampu bersaing tanpa ada kegiatan yang menjatuhkan satu sama lain tetapi cenderung damai.
Kegiatan - kegiatan seperti itulah yang sangat baik untuk keberlangsungan produknya dan hubungannya dengan pesaing. Hal yang perlu dicatat oleh Nokia adalah produk yang baru yang juga gencar menyaingi produknya seperti Sonyericcson. Nokia harus lebih giat lagi dalam menggali potensinya untuk mendekatkan diri kepada konsumen. R & D Nokia perlu melakukan terobosan - terobosan yang baru agar merknya tetap menjadi leader di pasar handphone.
Nokia merupakan salah satu produk yang telah teruji kualitasnya di dunia global. Di indonesia juga telah dibuktikannya dan Nokia juga sangant optimis bahwa konsumen masih mengharapkan produknya dan pasar nokia inipun akan meluas sampai kepelosok daerah di Indonesia ini. Nokia akan tetap menjadi produk yang diminati dan diungguli sebagai produk no 1 di dunia global maupun di Indonesia.







C2 Dual SIM Card Nokia

Dulu Nokia pernah membuat pernyataan tak mau ikut-ikutan mencipta ponsel dengan kelengkapan dua slot kartu SIM. Kini tampaknya sedikit berbeda, dimana Nokia baru saja mengumumkan ponsel low-end terbaru yang disisipi slot SIM card ganda.

Bagi peminat ponsel dengan Fitur Dual On atau dua kartu sim silakan baca Harga Spesifikasi Nokia C2 yang merupakan Hp Nokia Pertama yg menggunakan fitur Dual Sim Card. Belum lama ini Nokia mengeluarkan secara resmi Hp dual GSM pertamanya, Dengan diberi nama Nokia C2. Sepertinya handphone lokal akan mendapat saingan berat kali ini dari nokia dual sim. Apalagi harga Nokia C2 bisa dikatakan sangat murah banget. Selain itu Nokia C2 merupakan ponsel pertama di dunia dimana slot SIM 2 nya hot swapable, yaitu bisa diganti kartunya dalam waktu handphone masi dinyalakan dan bisa langsung aktif. Hot swapable ini adalah teknologi baru dan tidak kamu temukan di ponsel lainnya. Untuk pengabdi gambar C2 menancapkan selongsong kamera VGA .Untuk harga Nokia C2 sepertinya akan berkisar sebesar 55 $ jika dirupiahkan sekitar Rp. 510.000. Tapi masih lama untuk bisa memilikinya karena baru akan dijual pada akhir tahun sekitar bulan Oktober dan Desember 2010.

Spesifikasi C2
Jaringan: Dualband GSM (SIM 1 & SIM 2); Dimensi: 10.8 x 4.5 x 1.47 cm, 67.9 cc; Berat: 74 g; Layar: TFT, 65K colors, 128 x 160 pixels, 1.8 inches; Kamera: VGA, 640x480 pixels; Memori eksternal: microSD, up to 32GB; Transfer Data: GPRS Class 12; Konektivitas: Bluetooth v2.0, microUSB; Messaging: SMS, MMS, Email, IM; Browser: WAP 2.0/xHTML, Stereo FM radio, FM recording, Games, Java MIDP 2.0, Dual SIM (dual standby), Hot swappable external SIM slot (second SIM), MP3/WAV/AAC+ player, Organizer, Voice memo; Baterai: Li-Ion 1020 (BL-5C)







Sejarah Unik Berdirinya Nokia

Anda mungkin mengira NOKIA adalah perusahaan yang dibangun untuk tujuan pabrik atau industri seluler. Kita selidiki, kata NOKIA berasal dari nama sebuah komunitas yang tinggal di sungai Emakoski di negara Finlandia Selatan. Sejarah NOKIA ditemukan oleh Fredrik Idestam untuk perusahaan mesin penggilingan bubur kayu pada tahun 1865. Kemudian dikembangkan menjadi mesin bubur kayu dan pembuat kertas pada tahun 1920 dan merupakan pabrik pembuat kertas terkemuka di Eropa. Tahun 1950-an chief executive officer (CEO) Westerlund meramalkan, masa depan pertumbuhan beberapa sektor ini (bubur kayu dan kertas) akan terbatas dan sebagai gantinya dibangun sebuah divisi elektronik di pabrik kabel Helsinki (disini udah mulai menjurus ke seluluer). Selama 15 tahun Nokia elektronik mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap justru terbangun keterampilan substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun 1970-an Nokia dan pabrik pembuat televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon genggam (telepon seluler). Dan tahun 1980-an seluruh Salora terintegrasi menjadi Nokia. Pada saat yang sama Nokia memperoleh operasi jaringan telepon dari Perusahaan Telekomunikasi Pemerintah Televa. Namun, tidak semua usaha yang dilakukan Nokia menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia berjalan sukses. Tahun 1980-an perusahaan ini membeli pabrik televisi Jerman, SEL, tetapi terpaksa meninggalkannya karena tidak berjalan mulus.

Pada awal 1981, Nokia telah meluncurkan produk yang disebut Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di dunia. Oleh karena itu, sepanjang tahun 1980-an NMT diperkenalkan ke beberapa negara dan mendapat sambutan yang luar biasa dari negara yang dilalui tour Nokia tersebut.

Pada awal 1990-an Nokia mengalami krisis, tapi CEO baru, Jorma Ollila, memutuskan untuk fokus pada ponsel dan jaringan telepon. Hasil, telepon GSM pertama di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian mulai pasar global telepon selular berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan Nokia menjadi nomor satu.

Sekarang sebagai sebanyak 2.100 seri ponsel Nokia yang sukses saja. Target penjualan 500 ribu unit yang dicapai pada tahun 1994. Dengan tenaga kerja sebanyak 54.000 orang, produk Nokia terjual di 130 negara. Sekarang mungkin semua orang tahu ponsel yang mudah dioperasikan adalah NOKIA, karena itulah moto NOKIA.